Aku Menyerah

Sudah sekian jam ku di sini, Memeras pikiran mengukir perasaan, Dalam kata yang yang bermakna dan bersayap. Sungguh !! Aku tidak bisa dan tidak biasa, Semakin kupaksa semakin hancur Berantakan, Jiwaku terbakar menyala-nyala. Tekanan Emosi Membuatku seakan gila

Perasaan membunuhku, Menghujamkan kebencian dan Dendam,
Sudah.. Aku Menyerah.....Hari ini.. Biarlah begini saja
Biarlah semua menjadi tak menentu

Aku Menyerah

Pasrah

Mata terututup, Mulut tetkatup, Jiwaku beku,  Hati tlah membatu
Tiada harapan, Hilang kepercayaan, Khayal menipu, Ilusi membunuh
Hidup hampa, Semangat sirna, Semua tlah mati rasa

Jika kau mampu, Hapuslah dahagaku, Jika kau mau, Sejukanlah jiwaku
Jika tak ada rela, Biarlah semua tetap begitu

Aku Sudah Pasrah....

Kau ada dan Tiada

Kalut pikiranku, jiwapun berontak, sesak dan pedih di dada
Darah mendidih mengalir cepat membakar emosi
Lidahku kelu, Tak mampu berucap kata, terasa bisu dan mati rasa
Aku tersesat diantara persimpangan, antara ilusi dan kenyataan

Kau nyata tapi tak pernah ada
Kau ada tapi tak pernah nyata
Kau selalu ada dan tiada

Merindu

Gemerlap Cahaya rembulan, Menari-nari diatas awan,Membawa anganku serta, Membisikan bintang tentang rindu
Kunang-kunangpun tertawa kering, Menghampiriku yang sedang merindu, Bercumbu dengan kata tentang dirimu

Jariku menari tak henti,Kata-kata telah berbaris dalam bisikan manis, Mengukir khayalan dalam balutan puisi
Walau kadang tak kumengerti

Aku tak peduli walau menjadi tawa nanti,Dekapan rindu telah membuai mesara diriku, Bercinta dengan khayalanku tentangmu

Selimut Jiwaku

Rembulan mulai tenggelam, beradu dalam awan pekat,  Aku terperangkap dalam malam
Menemani bidukmu yang mulai redup

Bias cahaya gelisahmu, Menyilaukan hatiku, Pilu meremukan asaku, Mencari keberadaanmu

Kesedihanmu menjadi gundahku, Berkecamuk menahan alir darahku, Memaksaku untuk mendekapmu, Berselimut malam rinduku
Hujankan saja arimatamu di dadaku, Agar ku dengar gemuruh derasanya, Biarkan tetes demi tetes mengalir, Ku ingin menjadi muara kegelisahanmu

Biarkan saja matamu sembab, Akan kuhapus jejaknya perlahan, Hinga kau terlelap, Dalam pelukan jiwaku yang hangat

Kasih..! Ijinkan kuselami setiap rongga jiwamu, Biar Kularung semua kepedihanmu, Jangan ada ragu, dekaplah terus dadaku, Agar selimut jiwaku menjadi milikmu

Cengengesan Family

About this blog

Pengikut